Skip to main content

Terlalu hebat


   Ada sebagian orang yang menjaga kesehatannya dengan penjagaan yang ketat, mulai dari jaga makanan, minuman, pola hidup sehat dan teratur. Tapi Kenapa malah lebih sering sakit ketimbang yang engga terlau banget ngejaga kesehatannya. Makan ya kan, begitu juga minum, minum ya tinggal minum, selagi masih dalam kategori halal.


  Ada juga yang menjaga trus ketaatannya sampai titik klimaks tingkatan paling atas, eh malah jatuh juga ke kubangan ma siat, bahkan bukan ma siat yang biasa, salah satu dari dosa besar telah di lakukannya. Lagi-lagi sebaliknya, ada yang biasa saja, sedang-sedang saja, bahkan peluang untuk durhaka lebih besar ketimbang si taat tadi, eh ternyata dia yang lebih bisa menjaga agar tidak jatuh di antara kubangan dosa besar.  


  Yang terlihat hebat, bahkan dianggap sangatlah hebat di mata kebanyakan manusia, setelah ketahuan bagaimana dapurnya, ternyata tidak jauh beda dari orang biasa pada umumnya. Yang nampak seakan bukan asli, bahkan bisa jadi hanya ilusi. Malah yang terlihat biasa saja, bahkan diremehkan, dianggap rendah oleh banyak orang, malah itu yang Istimewa, karena dia tau Keistimewaan bukan barang pameran yang bebas di unjuk di depan khalayak ramai, tidak perlu baginya manusia mengetahui keistimewaannya, cukup Penciptanya saja.


   Terlalu hebat bila anggap bisa menguasai semuanya, hal baik ataupun buruk, apalagi menganggap semua berada di dalam genggaman. Kita hanya manusia, jangan terlalu mengharap kepada manusia, berharap penuhlah kepada yang Maha Pencipta, bisa dipastikan tidak akan pernah kecewa, itupun bila iman di dada. Hal baik dan buruk bukan perkara sederhana, bila hanya andalkan kekuatan manusia yang sangat terbatas dan lebih banyak tidak berdayanya, maka bisa dipastikan kecewa lebih menerpa. Semua harus libatkan, harus mintakan Pertolongannya.


   Lagi-lagi bila menganggap hebat diri dengan segala perencanaan hebat dan penuh perhitungan, lalu bila ada yang tidak terwujud, lantas siapa yang disalahkan ? Semoga saja bukan orang lain, ketika rencana, mimpi, cita-cita tidak berjalan lancar sesuai kehendak, Syukuri saja, dengan begitu akan membantu rasa "terlalu hebat" yang ada di dalam dada untuk pupus seketika.  Pada akhirnya harus selalu kembalikan semua kepelikan yang ada, semuanya kepada yang Maha Pencipta.


    Semua ada, semua bisa terlaksana bila dengan izinnya, manusia terkadang terlalu banyak berdusta yang akhirnya membuat semua jadi sangat hampa. Terlalu merasa bisa ini dan itu, merasa lebih hebat dari si "Z" merasa diri lebih baik dari si "Y" hanaya rasa yang diperturutkan tanpa berpikir bagaimana itu semua bisa terlaksana. Kalau mau jujur, sebenarnya terlalu banyak unsur yang menjembatani rasa hebat itu terwujud. Yang sulit merasa diri bukan apa-apa.


   Aku telah banyak berbuat, "lihat banyak sekali orang yang telah ku tolong, banyak sekali kesedihan yang telah ku hentikan, betapa banyak seutas senyum dari banyak wajah yang telah ku usahakan. Mungkin sulit mengatakan : "tidaklah, semua hanya terjadi atas kehendakanya, aku hanya hambanya yang diberikan sedikit izin untuk merangkak di buminya yang luas, tanpa izin dan kuasanya, hanya untuk menghirup oksigen ciptaannya, mana ku mampu?"


   Mungkin sebagian tanah terlalu lama mentap awan, terlalu lama menatap langit. Atau tanah itu menganggap sama awan dan langit yang selalu ditatapnya itu. Pohon tetaplah pohon, ia hanya menancapkan akar di bumi, lalu, mencoba meraih sinar mentari hingga sedikit pergerakannya menumbuhkan hasil yang menengadah ke langit, tapi, tidak akan pernah menyentuh langit.



Kamis, 20 mei 2021

Brebes, tonjong, jawa tengah.

hlb.



Comments

Popular posts from this blog

6 ~Penduduk Langit

                                                                          Sen 14 Des 2020 6 ~Penduduk Langit وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ Terjemah Arti: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", . . . 172. وَإِذْ أَخَذَ رَ...

Siksaan Atas Kelalaian

        Pengagungan digemakan, kerak tak bisa dibersihkan sesempurna mungkin, masih aja ada sisanya walau sedikit dari kotoran masa lalu dan rasa rasa lainnya. Mungkin paling nyaman mengkondisikan dirilah yang harus lebih utama diperhitungkan, jangan kritisi pihak lain dulu.    Kapal yang kuat akan tetap maju meski kerusakan yang diterima hampir menenggelamkannya, asupan itu rasa sakit, pengkhianatan, diskriminasi dan semacamnya. Tetaplah memaafkan meski sakit, kita ini manusia bukan Pencipta alam semesta.    Anggaplah penyegeraan siksaan yang terasa seperti tak berujung sebagai penghapusan untuk melangkah ke depan agar bisa lebih memaafkan dan tetap terus memaafkan seberat atau se-sesak apa pun hati menghadapinya.    Buah dari kelalaian inilah yang menjadikan rasa sesal itu seolah menyatu dengan jiwa dan raga. Jadikan rasa sakit itu sebagai bahan bakar perubahan untuk lebih baik lagi dalam banyak hal, terutama bersikap ketika tak ada se...

7 ~Bersyukur dibalas nya di dunia

  7  ~Bersyukur dibalas nya di dunia sel 15 des 2020 فَأَذَاقَهُمُ ٱللَّهُ ٱلْخِزْىَ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَعَذَابُ ٱلْءَاخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ . Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui. . 25-26 Orang-orang sebelum kaummu (wahai rasul) juga telah mendustakan rasul-rasul mereka, lalu azab datang kepada mereka dari arah dimana mereka tidak menyangka bahwa ia akan datang, kemudian Allah membuat umat-umat yang mendustakan itu mencicipi azab dan kehinaan di dunia, dan di akhirat Allah menyediakan siksa yang lebih pedih dan lebih keras. Sekiranya orang-orang musyrik itu mengetahui bahwa apa yang menimpa mereka disebabkan kekafiran dan pendustaan mereka, niscaya mereka akan mengambil pelajaran. 📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia (Referensi: https://tafsirweb.com/8688-quran-surat-az-zumar-ayat-26.html) . Semua pasti pernah salah, sem...