Skip to main content

Dia diam (puisi siluman)





 Dia diam



Tidak mau menemani kepergianku, dia hanya diam, pura-pura Asik dengan dunianya,

Padahal dia tak mau, dia tak menginginkan perpisahan yang Sekejap ini,

Dia rasa kenapa harus secepat ini, tidak ada lagikah hari kita Untuk bersama-sama lagi, seperti dulu, iya yang Benar-benar lepas dan punya banyak waktu untuk bersma,

Menelusuri berbagai kisah dunia yang tidak nyata,


Ini bukan untuk yang kedua kalinya, ini sudah terhitung banyak,

Aku berat meraskan ini,

Sudahlah pulang sana,

Hati-hati, semoga selamat sampai tujuan,

Dunia bukan seperti dunia lagi,

Kata tanya "mengapa ini terjadi, sudah basi !!"

Memang seperti itulah, semua pada akhirnya saling berpisah,


Setiap orang akan berjalan sendiri juga pada akhirnya,

Sehebat, seindah, sebagus apapun pertemuan-Nya

Perpisahanlah ujung-Nya,

Ini bukan nada prustasi dan benteng diri agar tidak disalahkan Orang,


Hanya, bisakah perpisahan itu menjadi "di ridhoi-Nya"

Tak mengapa berpisah, tapi dia ridho,

Buat apa bersama tapi bila dia tidak ridho,

Apa jangan-jangan kita dusta lalu diam.


Dusta yang banyak, dustai diri sendiri tiap hari

Kemudian orang lain juga sering didustai,

Hidup penuh dengan dusta dan tipudaya,

Atap kehancuran trus dibuat dengan dusta,

Kita diam, tapi tetap berdusta.


Diam lalu pergi, datangpun dalam keadaan diam,

Lalu hilang ditelan masa, tanpa ada yang mengetahui kemana perginya diam,

Dari semua perjalanan diam yang telah dilewati, 

Ada dua hal yang penting ; pertama mengalah dan kedua tahu diri,


Dimana kita berdiam, dimana kita pergi, jangan pernah lupakan "mengalah" bukan pada setiap kondisi, tapi ketika argumen tidak bisa lagi bersatu, dan trus bersiteru, mengalahlah, buat apa menang tapi menyesal, mengalah meski ada sesalnya,


Jangan lupa juga ketika diam sudah tak lagi dianggap, tahu dirilah, itu peringatan keras untuk mundur, jangan dipaksakan diam tetap maju ke haluan, tahu darilah diam, kamu belum mampu untuk meneruskan perjalanan, 


Rehat lalu diam, resapi makna hidup yang sudah dilalui, pelajari sebisa mungkin setiap kesalahan yang pernah diperbuat,

Bukan juga kamu harus memilih bunuh diri, karena setelah bunuh diri ada perjalanan yang lebih membutuhkan bekal dan berbagai amunisi, kamu belum memperolehnya, jangan sok tahu dan sok kuat, sadarlah, tahu dirilah !!


Bukan hanya diam, tapi dalam diam dia memikirkan tentang  bagaimana melanjutkan perjalanan berikutnya,setelah evaluasi panjang, diam bukan berarti tidak melakukan apa-apa, mereka diam karena evaluasi panjang yang mungkin membutuhkan waktu yang harusnya lebih banyak dari jumlah umur manusia itu sendiri,


Maka dengan itu mereka diam, aku diam, dia diam, kita diam.

Masing-masing larut dalam evaluasi panjang tentang dosa dan kesalahan yang tak henti-henti Nya dilakukan trus-menerus,

Sedang perjalanan fase dunia segera beralih ke fase berikutnya, ada apa semua ini ?


Abstrak dibuatnya, bukan buta tapi mendengar, melihat tapi tidak mendengar tapi melihat, hanya bisakah semua onar, semua ulah, semua tingkah, semua gaya, semua tipuan, semua akan diam pada akhir-nya.


Seorang anak yang menangis, sangking sesak-nya tangis air mata-nya mengalir tanpa isak yang bersuara, dia tidak bisa lagi mengungkapkan sesak dengan bicara atau sekedar bersuara lirih, mungkin sudah terlalu sakit nan sendu, teriakan itu ada tapi jauh terpendam di dalam hati yang lebih dalam dari samudra,


Pada akhir-nya, semua terdiam dan merenungi dari tiap salah dan keluh yang lebih di dengungkan lebih banyak dari terima kasih, berdamai, dan menerima semua pemberian yang telah tercurah limpahkan sejak lama sekali, akhir dari kesudahan diam berhasil membuat si buta melihat, si tuli mendengar, si bisu bicara dengan makna.








Comments

Popular posts from this blog

6 ~Penduduk Langit

                                                                          Sen 14 Des 2020 6 ~Penduduk Langit وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ Terjemah Arti: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", . . . 172. وَإِذْ أَخَذَ رَ...

16 ~Terjebak di tahfidz journey . . .

 16 ~Terjebak di tahfidz journey . . . Sab 26 Des 2020 Ku berjalan tanpa henti untuk dia yang aku cari, ku berdo'a di tengah hening malam untuk dia yang bukan punyaku, every one has felt taste of journey with different story oh themself person, Tiap orang pernah merasakan rasanya perjalanan dengan cerita yang berbeda dari masing-masing orang, dan tahfidz journey ini memang ada rasa yang berbeda di dalamnya dan penuh dengan tipu daya setan juga pastinya. Dan teruntuk underground lover, walaupun ga ngerasa tapi sikap dan perilakunya sama seperti underground pada umum nya, Kalau undergroundnya "perbuatan baik" tidak ada masalah, kalau sebaliknya, Walaupun tidak ada jaminan bagi mereka2 yang berada di atas permukaan dari tipu daya setan every where we there tipu daya setan pun mengiringi selalu, Inilah yang nantinya pasti jadi penghambat bagi para penghafal, kecuali mereka 2 yang yang dirahmatinya, dan bersikeras menyadarkan diri dari mimpi panjangnya, Kalau peringatan telah ...

Tidak Jumawa (Cerpen 11)

             Tidak jumawa .     Pagi nan cerah, matahari dengan sinarnya mulai menyinari rumah mereka berdua, jendela dan pintu depan rumah biasa mereka buka semenjak jam 6 sampai jam setengah 7 pagi, untuk membantu proses sirkulasi udara di rumah mereka. Ndo'......,  Saifuddin  memanggil istrinya.. "Iyaa mas, ada apa?"  "Ini ndo' tolong simakin hafalanku," "Ini hadits toh mas, atau matan ?" "Matan ndo', tolong ya ndo', mas usahakan, melafadzkannya dengan cepat dan betul".  "Nda usah cepat-cepat juga nda papa mas. Oh bentar mas, aku tak buatin teh manis, sama ambil cemilan di dapur, biar kang mas lebih semangat lagi hafalannya". "Njiih, suwun ya. istri penyejuk hati, gumam saifuddin dalam hati". Saifuddin merasa bersyukur sekali punya istri seperti itu. Setiap kali pulang mengajar, sang istri selalu siap menyambut kedatangannya, tidak perlu disuruh istrinya langsung ke belakang dan membuat teh beserta cemilanny...