Skip to main content

Tidak Jumawa (Cerpen 11)

     





      Tidak jumawa



   Pagi nan cerah, matahari dengan sinarnya mulai menyinari rumah mereka berdua, jendela dan pintu depan rumah biasa mereka buka semenjak jam 6 sampai jam setengah 7 pagi, untuk membantu proses sirkulasi udara di rumah mereka.


Ndo'......,  Saifuddin  memanggil istrinya..


"Iyaa mas, ada apa?"


 "Ini ndo' tolong simakin hafalanku,"


"Ini hadits toh mas, atau matan ?"


"Matan ndo', tolong ya ndo', mas usahakan, melafadzkannya dengan cepat dan betul".


 "Nda usah cepat-cepat juga nda papa mas.

Oh bentar mas, aku tak buatin teh manis, sama ambil cemilan di dapur, biar kang mas lebih semangat lagi hafalannya".


"Njiih, suwun ya. istri penyejuk hati, gumam saifuddin dalam hati".


Saifuddin merasa bersyukur sekali punya istri seperti itu. Setiap kali pulang mengajar, sang istri selalu siap menyambut kedatangannya, tidak perlu disuruh istrinya langsung ke belakang dan membuat teh beserta cemilannya.


Melihat tingkah istrinya yang benar-benar menyejukan mata, membuat saifuddin cepat pulih dari lelah yang dirasanya.


Bahkan tidak hanya itu, istrinya pun kelewat menghormati saifuddin, setelah teh hangat serta cemilan dihidangkan, istrinya langsung tanpa diminta, segera memijat kaki, pundak, kepala saifuddin.


"Udah ndo' makasih, kamu capek ntar, kan udah sibuk bersih-bersih rumah, masak dll, semenjak aku diluar". 


"Ndaa apa-apa mas, aku kan udah jadi istrimu, berarti akupun wajib mentaatimu selagi bukan perbuatan durhaka kepada tuhan, karena baktiku sekarang bukan kepada kedua orang tuaku lagi, melainkan kepadamu mas."


 Maa syaa Alloh, ndo' semoga Allah menjagamu selalu, aku bersyukur bangeet bisa diberi kesempatan mengenalmu di dunia ini, semoga kelak di surga kita bersama selalu ... Aamiin.


"Iya kang mas, aamiin. 


                                    _ _ _


Saifuddin merasa bahagia sekali, memiliki istri yang seakan menjadikannya seperti "seorang raja",  Padahal aku belum selesai dari studi menempuh gelar S1ku di jakarta selatan. Dia yang sudah lebih dulu telah menyelesaikan studi S1nya jurusan farmasi, tapi hebatnya dia tidak merasa "jumawa" sedikitpun. Ia bahkan rela memposisikan dirinya bagai budak saja dihadapanku.


Aku . . .salut dengannya, padahal istriku bukan alumni pesantren, tapi dia begitu paham betul bagaimana kedudukan suami dalam islam dan dihadapan istri. Karena akupun sudah banyak mendapati berbagai kisah yang tidak elok. Padahal suami istri tersebut sudah dari kecil nyantren, malah yang ada istri bicaranya kasar ke suami, suaminya emosian, ringan tangan, kata-kata yang kurang pantas sering bertebaran di kedua pasangan suami istri tersebut, heran aku dibuatnya, dikemanakan umur mereka yang telah lama belajar adab dan agama ini di pesantren.


Terkadang aku iba kepadanya, begitu baiknya dia, sampai-sampai aku pernah bertanya kepada nya "ndo' kamu itu wanita yang berprestasi semenjak SMA sampai di Perkuliahan, bahkan kamu lebih dulu menyelsaikan studi S1mu daripada aku, apa kamu engga gengsi bersuamikan aku yang hanya lulusan pesantren dan proses studiku belum selesai, akupun tidak punya banyak harta seperti pria-pria lain yang berharta ?, Kamu ndo' kalau misalnya tertekan dan tidak kuat lagi bersamaku, tidak mengapa, kamu ajukan gugatan cerai ke pengadilan.


" Ya Ampyuunn kang masku, cintaku, sayangku. Aku tuh bukan kesitu mas melihatnya, kalau tentang pernikahan ini",


"Lalu kemana kamu melihatnya,?"


"Aku sudah mempersiapkan diriku, sebelum ada yang melamarku, aku harus mengalahkan diriku sendiri, aku harus membaca hal-hal yang berkaitan, 'bagaimana harusnya menjadi istri yang di ridhoi sang pencipta', aku juga sudah mempersiapkan diriku, 'bagaimana bila ada yang melamarku nanti, status pendidikannya lebih rendah dari aku, mungkin prestasi belajar dll nya lebih sedikit daripada aku, aku harus bersikap 'tidak jumawa.' karena bagaimanapun hebatnya aku, selagi suamiku seorang yang taat kepada sang pencipta, aku bukan apa-apa disisinya, aku diumpamakan seperti wanita yang tertawan, selagi itu kebaikan dan bukan pelanggaran, kedurhakaan kepada Rabbnya, aku siap merelakan diriku untukmu, kangmasku",


"Aku tertegun, diam, seakan waktu berhenti untuk sesaat."



Comments

Popular posts from this blog

6 ~Penduduk Langit

                                                                          Sen 14 Des 2020 6 ~Penduduk Langit وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ Terjemah Arti: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", . . . 172. وَإِذْ أَخَذَ رَ...

Ayah dan anak. (Renungan)

  Ayah Dan Anak  Alhamdulillah washolatu wassalam ngala rosulillah wa ala Aalihi waashaabihi ajmaiin . Di dunia ini ada manusia yang tidak punya ayah ,ada pula manusia yang tidak punya ayah dan ibu ,dan banyak pula yang punya ayah dan juga punya ibu ,Tetapi ada pula yang punya ibu tetapi secara islam dia tidak di anggap sebagai ayah yg sebenarnya , Adapun manusia yang benar benar tidak punya ayah dialah isa bin maryam, nabi isa di taqdirkan oleh Alloh, dia tidak punya ayah tetapi hanya mempunyai ibu ,tentunya ini karena kehendak Alloh subhanahu wa taa ala ,karena Alloh maha kuasa atas segala sesuatu, Alloh memilih Maryam, wanita yang sholehah, Wanita yang suci, untuk menjadi ibu seorang anak yg akan menjadi nabi dari kalangan bani israil yang kelak akan menjadi penerus dakwahnya nabi musa Alaihissalam dan Alloh memberinya kitab suci yang bernama injiil dan Alloh subhanahu wa taa ala memberinya berbagai macam mukjizat sebagai bukti bahwa isa benar benar nabi dan utusan Alloh su...

16 ~Terjebak di tahfidz journey . . .

 16 ~Terjebak di tahfidz journey . . . Sab 26 Des 2020 Ku berjalan tanpa henti untuk dia yang aku cari, ku berdo'a di tengah hening malam untuk dia yang bukan punyaku, every one has felt taste of journey with different story oh themself person, Tiap orang pernah merasakan rasanya perjalanan dengan cerita yang berbeda dari masing-masing orang, dan tahfidz journey ini memang ada rasa yang berbeda di dalamnya dan penuh dengan tipu daya setan juga pastinya. Dan teruntuk underground lover, walaupun ga ngerasa tapi sikap dan perilakunya sama seperti underground pada umum nya, Kalau undergroundnya "perbuatan baik" tidak ada masalah, kalau sebaliknya, Walaupun tidak ada jaminan bagi mereka2 yang berada di atas permukaan dari tipu daya setan every where we there tipu daya setan pun mengiringi selalu, Inilah yang nantinya pasti jadi penghambat bagi para penghafal, kecuali mereka 2 yang yang dirahmatinya, dan bersikeras menyadarkan diri dari mimpi panjangnya, Kalau peringatan telah ...